Ponorogo – MI Ma’arif 1 Babadan News

Prosesi Pasrah Santri MIMASBA Ke Pondok Pesantren Nurul Akbar

Bulan Ramadan selalu membawa cerita baru bagi para siswa MI Ma’arif 1 Babadan. Tahun ini, madrasah menggelar kegiatan spesial bertajuk “Nyantri Ramadhan” di Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tiga malam ini merupakan hasil kolaborasi antara MI Ma’arif 1 Babadan dengan PONPES Nurul Akbar dalam rangka menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter santri sejak dini. Belajar, Beribadah, keterampilan, kemandirian dan Tertawa dalam Iman.  Kegiatan ini diawali dengan pasarah orang tua terhadap pihak pondok pesantren Nurul Akbar dan diikuti dengan pembukaan yang dibuka langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Akbar.

Suasana kebersamaan para peserta Nyantri Ramadhan saat tadarus bersama di PONPES Nurul Akbar

Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, ceramah kultum santri cilik, qiyamul lail, keterampilan membuat puding labu dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari seperti mencuci, melipat pakaian dan membersihkan tempat tidur yang menjadi tanggung jawab individu.
Tidak hanya beribadah, suasana keakraban juga terasa saat sahur bersama, buka puasa, hingga kegiatan malam yang penuh canda tawa. “Awalnya saya takut gak betah, tapi ternyata seru banget. Bisa tadarus bareng teman dan ikut lomba adzan. Rasanya seperti jadi santri sungguhan,” ujar Alya, salah satu peserta sambil tersenyum malu-malu.

Pembelajaran pembuatan Puding Labu

Kepala MI Ma’arif 1 Babadan menyampaikan bahwa kegiatan Nyantri Ramadhan merupakan bentuk nyata sinergi pendidikan antara madrasah dan pesantren. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki pengalaman spiritual yang berkesan. Dengan program ini, mereka belajar hidup sederhana, disiplin, dan saling menghargai,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Nurul Akbar mengapresiasi semangat para siswa madrasah yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dari sahur hingga qiyamul lail serta keterampilan yang dimiliki oleh pondok pesantren .

Kegiatan ditutup dengan muhasabah bersama, doa penutup, dan pembagian penghargaan “Santri Teladan Nyantri Ramadhan 2025”.
Beberapa peserta bahkan tampak menitikkan air mata haru saat pamitan dengan pengasuh pondok.

“Kangen rumah sih iya, tapi di sini rasanya tenang banget. Pengen tahun depan ikut lagi,” kata Faizal, salah satu peserta yang juga mendapat penghargaan santri teladan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, MI Ma’arif 1 Babadan berharap semangat dan nilai-nilai kebaikan yang didapat di pondok dapat terus dibawa pulang dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nyantri Ramadhan, bukan sekadar menginap di pondok — tapi perjalanan hati menuju iman dan akhlak yang lebih baik.”